Tempat ini selalu saja menjadi alasan mengapa aku selalu bisa mengenang semuanya. Entah dari sisi manapun itu. Jika aku putar kembali kenangan yang telah terjadi, maka akan aku jelaskan segelintir kenangan itu.
Masa dimana aku masih tidak memperdulikan adanya ikatan antara dua manusia, tidak mengerti apa itu kasih, tidak mengindahkan perjuangan untuk mendapatkan hati dengan rayuan picisan.
Kala itu aku duduk di sebuah bangunan tua yang sebentar lagi akan digusur akibat perluasan lahan. Aku berpikir bagaimana caranya aku harus memulai semua cerita ini dari awal.
Yang aku ingat hanyalah bayangan canda dan tawa saat itu bersama beberapa orang yang ku pikir hal itu akan menjadi selamanya.
Aku belum mengenalmu, aku juga belum tau apakah dirimu sudah ada pada saat itu, yang ku tau hanyalah sebatang ice cream yang mulai meleleh terkena paparan sinar matahari.
Dari berbagai pengalaman yang terjadi aku mulai berpikir, mengapa aku harus terjebak pada situasi yang rumit seperti ini? Mengapa aku harus mencoba untuk sesuatu hal yang tak mungkin akan aku miliki?
Tetesan ice cream yang sedari tadi membasahi ujung jemariku mulai ku jilat perlahan-lahan dan akhirnya aku menemukan suatu tempat yang menyenangkan bagiku dan tentunya tanpa ada rasa sakit yang aku rasa.
Ku ajak beberapa orang itu untuk mencoba bermain di atasnya sembari tertawa riang kegirangan karna wahana sederhana yang aku rakit sendiri.
Langit kembali mendung, aku segera beranjak dari gedung tua itu selagi menghabiskan sebatang rokok yang sudah mulai menyentuh busa filternya.
Tinggalah aku berkata pada diriku sendiri "mungkin aku bisa belajar lebih banyak soal cara menyenangkan diriku sendiri dengan hal sederhana, tanpa harus melalui perjuangan yang akan membuat diriku terus tersakiti."
Rintik hujan yang mulai turun, menyapu bersih abu rokok yang berada di tanah, dan juga menghapus sekelebat bayangan diriku dan beberapa orang itu yang tengah asyik bermain di sana.
Sungguh, aku rindu itu, di mana aku sangat senang dengan semua itu tanpa adanya pertengkaran batin dan akal sehat. Sangat lucu jika diingat, aku yang sudah tumbuh besar malah mencoba untuk terjun ke dalam suatu hal yang aku pun tak tau apa makna dibaliknya.
Selamat tinggal gedung tua, kau adalah tempatku kembali mengulang apa yang sekarang sudah tidak bisa aku dapatkan.
Komentar
Posting Komentar