Kali ini hujan turun begitu deras. Nampaknya semesta bersedih dengan apa yang terjadi pada beberapa waktu ini. Sungguh aku percaya bahwa semua ini memang terlihat begitu menyedihkan.
Luapan emosi yang nyata keluar begitu saja tanpa adanya pertanda.
Luapkan saja semuanya, aku siap menampung segalanya.
Tunggu, beberapa kali aku menghadapi hal yang seperti ini, tapi apakah kali ini aku benar-benar mampu untuk menghadapinya lagi?
Problematika apa lagi yang ada setelah ini? Apakah itu kisah tentang dua insan atau setidaknya perjalanan hidupmu yang kian hari kian membosankan?
Lama rasanya aku tidak pernah merasakan emosiku turun begitu kencang dan menerpa semua yang ada di depanku. Sedikit demi sedikit keadaanku sudah mulai stabil dan akhirnya aku merasakan kedamaian.
Ditemani rintik hujan yang sudah mereda, angin yang berhembus secara perlahan menembus panca indra.
Ku akui kali ini memang begitu damai dan tentram, semenjak rasa itu keluar begitu saja tanpa adanya sesuatu yang menghalanginya.
Ku tunggu hujan ini sampai benar-benar reda dan semua kembali pulih, langit tersenyum kembali, matahari menunjukan rona indahnya.
Semua perasaan ini lebur di aliran air menuju saluran yang akan terus menerus mengalir hingga ujung batas.
Aku tak mungkin langsung pergi jika benar-benar reda, karna aku juga terkadang merindukan deru hujan yang menyapu atap rumah. Melantunkan lagu indah disetiap rintiknya.
Percaya atau tidak, persoalan makna dibalik hujan selalu menjadi alasan mengapa aku selalu termangu dibalik kata "rindu".
Lucu juga ketika aku merindukan sesuatu yang tidak orang lain mengerti. Ujung-ujungnya, aku hanya bisa tersenyum di balik keadaan yang semoga saja bisa menutupi wajah asliku.
Akhirnya semua benar-benar reda, sinar senja tergambar di ufuk barat dengan cantik yang malu-malu di balik putihnya awan.
Pergilah luapan emosiku dengan seluruh perasaanku yang terus mengalir di dalamnya air.
Komentar
Posting Komentar