Kisah Awalnya

Berdiri diatas batuan, menatap langit petang, menghirup udara segar.

Semua terasa begitu indah tatkala ia memalingkan wajahnya ke arah ku. senyum yang tipis itu membuat diriku terkesima.
Perayaan itu adalah awal dimana kita berjumpa dan bercengkrama layaknya kawan lama.
Di tempat itu, aku belajar banyak sekali arti dari mencintai seseorang.
Lepas tawa mu saat aku bergerak mengikuti lagu itu. Kita terus bersendagurau, lupa dengan apa yang sedang kita kerjakan, dan pada akhirnya waktu berjalan terasa begitu cepat.

Hanya berbeda ruangan, namun kita saling berbicara melalui aplikasi di smartphone.
Hingga akhirnya, sang pemilik hari itu, kembali.
Pada saat itu kita lupa untuk kembali bercanda. Kau asik dengan kawanmu. Aku pun sibuk memerhatikan wajahmu yang sedari tadi tersenyum dan sesekali terkekeh terbawa oleh suasana.
Binar senja yang mulai redup, kini berganti gelap malam.
Aku sedikit kesal, "mengapa waktu terus berjalan dan tak mengizinkan aku bersamanya lebih lama?".

Siapa peduli?

Kau kira "ia" akan menjawab semua keluhan ku?
JELAS TIDAK!


Waktu hanya menjalankan tugasnya.
Berjalan dengan apa adanya.

Kau melangkah tepat di depanku. Entah kenapa, aku merasa lebih pantas berjalan di belakangmu, daripada harus berjalan di sampingmu. Mungkin hanya perasaanku saja. Karna aku selalu berharap, aku bisa berjalan di sampingmu, menemani hari-harimu, begitu dan selamanya.

Ini "awal"nya, namun ini bukan awal dari semuanya.

Komentar

  1. Kadang melihat sesuatu yang seharusnya hanya khayalan tapi nyatanya? Realita, iya realita. Diriku ini hanya bisa terus menerus menatap pahit itu

    BalasHapus
  2. toh pada akhirnya semua selalu diawali dengan manis lalu diakhiri dengan tangis. Awal yg bagus untuk anda teruslah berkarya!

    BalasHapus
  3. Tak semua nya akan berbuah manis

    BalasHapus

Posting Komentar