Hahaha, akhirnya semua sudah terlanjur tersampaikan. Apa yang dunia ini katakan beberapa waktu lalu akhirnya terjadi juga. Sepertinya aku tak akan menemukan orang yang pantas dan aku juga tidak pantas bagi orang-orang tersebut.
Aku yang egois, aku yang selalu ingin ada, aku yang keras kepala, aku yang berperangai seperti iblis.
Cukup kali ini biarkan jadi yang terakhir untuk aku membuka pintu ini.
Aku tidaktau apakah ini akan berlangsung lama atau hanya sekejap saja. Tadinya aku juga berusaha untuk menutupnya secara rapat-rapat tanpa adanya celah dari dalam diriku, hingga akhirnya aku membuat seseorang tersungkur dan mengguyurkan kesedihan bahkan kekecewaannya padaku.
Aku memang bodoh, mungkin aku terbilamg brengsek, atau mungkin juga aku adalah orang yang tidak diharapkan untuk ada.
Cerita di balik cerita, semua terjadi begitu saja. Aku kecewa dan benci pada diriku sendiri. Mengapa aku harus membawamu ke dalam situasi seperti ini?
Tidak kah aku sadar bahwa situasi yang rumit ini akan membawaku ke dalam suatu tempat yang dalam.
Aku akan mengubur diri sedini mungkin agar wujudku tidak akan pernah kau temui seunur hidupmu lagi, aku akan pergi meninggalkan semuanya. Tinggalah aku di sini sendiri bersama serangga pengurai yang siap menggerogoti raga ini.
Ini tak akan berlangsung lama, aku siap tenggelam dalam lautan emosi.
Akal ku tidak sehat, mengapa juga aku harus mengungkapkan semuanya. Ini gila, ceritanya masihlah panjang, perjalananku tidak sesingkat itu, tapi kenapa aku memilih untuk mengungkapkannya? Sebab aku pikir semua akan berjalan biasa saja
Seburuk-buruknya aku, sejahat-jahatnya aku, sehingga kau ikut terlibat dalam semua ini. Aku tau kau kecewa denganku, akupun begitu.
Bodoh, tidak berakhlak, gila, sangat pas jika sebutan itu melekat pada diriku dari hari ini, mungkin akan berlanjut hingga masa yang akan datang.
Komentar
Posting Komentar